Kamis, 14 Juni 2012

Hakikat Sains dan Kurikulum Sains (IPA)


Sains merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Hakikat sains meliputi empat unsur, yaitu: (1) sikap: rasa ingin tahutentang benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar; sains bersifat open ended; (2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan; (3) produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum; (4) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini ditambah lagi satu yaitu kreativitas (Kemendiknas: 2011).
Kurikulum sains (IPA) mencakup ruang lingkup bahan ajar, proses pembelajaran, dan assessment atau penilaian. Ruang lingkup bahan ajar untuk peserta didik kelas 1 – 9 walaupun terpadu dan kelihatannya sama, namun sebenarnya beda, yang membedakan adalah dari segi dimensi pengetahuan (knowlege) dan dimensi proses. Di samping itu, bahan ajar sains untuk siswa kelas 10 – 12 diberikan tidak secara terpadu, namun terpisah sesuai dengan cabang sains. Proses pembelajaran menekankan pada pemberian pengalaman langsung, kontekstual dan berpusat kepada siswa,  guru bertindak sebagai fasilitator. Asesmen pada pembelajaran IPA SD, SMP dan SMA ditekankankan pada: authentic assessment dan problem solving. 

DAFTAR PUSTAKA

Kemendiknas. (2011). Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA secara Terpadu. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar